HikmahIslam

Keutamaan hanya diketahui oleh orang yang memiliki keutamaan….

“بابي انت و امي يا بن رسول الله”

Ditulis oleh HikmahIslam di/pada Maret 11, 2007


وجعلوا العراق طريق عودتهم ؛ ليكونوا إلى الحسين عليه السلام ثانيةً وتكون كربلاءُ هي الملتقى دوماً ، فعلى ربوعها الجنانية تجتمع كل القلوب التي ارهقها السبي والظلم والجور و … لتسمو نحو الكمال بأغنى المؤن وأطيب الزاد .
خالداً سيبقى نهج الحسين عليه السلام ، وسيظلّ أربعينه نقطة الإشعاع الرسالي الأصيل ، ومشحذ الهمم التي ترفض الذلّ والتراجع بكل عزمٍ وثبات . وستكون مواقف السجاد والعقيلة زينب سرمديةً يغزو سناها الدنيا بأسرها .
وإنّنا إذ نجدّد الحزن والعزاء في العشرين من صفر ، فإنّنا نجدّد العهد والوفاء بالبقاء على درب الحسين عليه السلام فكرةً وتجسيداً .

Verily we are renewing our grief and consolation on arrival of the twentieth of Safar.
Indeed we are renewing our convenant and fulfilment that we are still on the right path of Imam Husain (a.s).

Ditulis dalam Ahlulbayt | Leave a Comment »

Kepada siapakah sayidah Fatimah berbaiat?

Ditulis oleh HikmahIslam di/pada Maret 11, 2007

Rasulullah saw bersabda : “siapa yang meniggal dan tidak mengenal(berbaiat) imam zamannya
maka matinya , terhitung sebagai matinya orang yang dalam keadaan jahil(kafir).”
{Syarkh Maqashid jilid 5 halaman 239, dan Syarkh fighi al-Akbar halaman 179 dan di kitab-kitab lain ahlu sunnah maupun syiah.}

Rasulullah saw berkata kepada sayidah Fatimah (putrinya) : “sesungguhnya Allah swt tidak akan mengadzabmu dan tidak akan mengadzab satupun dari anak-anakmu”
{al-Mu’jam al-Kubra jilid 11 halaman 210 dan al-Shawaiq al-Muhriqah halaman 160 dan 235

serta banyak dari kitab-kitab syiah dan kitab-kitab sunni yang lain.}

Rasulullah saw bersada : “Fatimah adalah bagian dariku siapa yang telah membuatnya marah
maka telah membuatku marah”
{shahih al-Bukhari hadis ke 3510 dan di seluruh kitab-kitab sunni dan syiah}

Disebutkan di dalam shahih al-Bukhari jilid 5 halaman 177 bahwa sayidah Fatimah setelah
meminta warisan Nabi (yang merupakan haknya) dari khalifah pertama dan khalifah tidak
memberikan warisan itu, sejak saat itu sayidah Fatimah tidak pernah lagi berbicara kepada
Kalifah pertama (Abubakar) samapai akhir hayatnya. hal ini juga disebutkan di banyak dari
buku-buku sejarah ulama’ syiah dan sunni.
Juga disebutkan di kitab-kitab ahl sunnah/sunni dan syiah bahwa sayidah Fatimah meninggal
dalam keadaan marah kepada khalifah pertama (Abubakar) dan khalifah kedua (Umar).
dan di kitab-kitab sunni dan syiah disebutkan bahwa sayidah Fatimah tidak mau makamnya di
ketahui oleh masyarakat olehkarena itu beliau meminta suaminya(sayidina Ali ra) untuk
memamkamkannya di malam hari supaya tidak ada yang mengetahui makamnya. dan sampai
sekarangpun tidak ada satupun dari muslimin yang tahu diamana makamnya.

point-point yang dapat diperhatikan:
*1.hadis diatas tentang keutamaan sayidah fatimah adalah shahih/benar karena diriwayatkan

hampir di seluruh kitab-kitab syiah dan sunni,
*2.tentang kemarahan sayidah Fatimah kepada khalifah pertama dan kedua juga benar karena

perawinya tidak cuma satu atau sepuluh akan tetapi lebih dari itu,
*3.hadis tentang “orang yang tidak tahu imam zaman nya maka matinya mati jahiliyah” juga benar karena di sunni maupun syiah ada,
dari 3point diatas kita mengetahui bahwa sayidah Fatimah pasti sebelum meninggal pasti
berbaiat kepada Imam zamannya karena sayidah Fatimah orang yang pasti masuk sorga maka pasti
melakukan perintah Rasulullah saw.
dan dari 3point diatas kita dapat mengetahui bahwa sayidah Fatimah tidak menganggap bahwa Abubakar adalah Imam zamannya, dan pasti telah menganggap orang lain sebagai Imamnya. dan ini membuktikan bahwa kekhalifahan Abubakar tidak dibenarkan oleh sayidah Fatimah az-zahra.

Dan kalau kita perhatikan hadis-hadis dibawah ini kita ketahui bahwa siapa yang dianggap sebagai imam oleh sayidah Fatimah.:
Rasulullah saw bersabda : “Siapa yang tidak berkata bahwa Ali adalah sebaik-baik manusia
maka telah kafir”
{Tarikh al-Khatib al-Baghdadi jilid 3 halaman 192 , Kanz al-Ummal jilid 11 halaman 625}
Rasulullah saw bersabda:”jika kalian menjadikan Ali sebagai pemimpin kalian-(dan aku melihat
kalian tidak melaksanakannya)-maka kalian akan menemukan bahwa dia(Ali) adalah pemberi
petunjuk yang akan menunjukkan kepada kalian jalan yang lurus dan benar.”
{musnad ahmad jilid 1 halaman 108}
Rasulullah saw bersabda : “siapa yang menaatiku maka telah menaati Allah swt, dan siapa yang
melanggar perintahku maka telah melanggar perintah Allah,dan siapa yang menaati Ali maka
telah menaatiku, dan siapa yang telah melanggar perintahnya maka telah melanggar
perintahku.”
{mustadrak Hakim jilid 3 halaman 121}

Rasulullah saw bersabda : “sesungguhnya Ali adalah kota hidayah, maka barangsiapa yang masuk ke dalam kota tersebut akan selamat dan siapa yang meninggalkannya akan celaka dan binasa.”
{Yanabi’ al-Mawaddah jilid 1 halaman 220 hadis ke 39}

Ditulis dalam Ahlulbayt, Seputar Madhab | Leave a Comment »

Keutamaan Sayidina Ali as

Ditulis oleh HikmahIslam di/pada Maret 11, 2007

Rasulullah saw bersabda : “Siapa yang tidak berkata bahwa Ali adalah sebaik-baik manusia maka telah kafir”
{Tarikh al-Khatib al-Baghdadi jilid 3 halaman 192 , Kanz al-Ummal jilid 11 halaman 625}

Rasulullah saw bersabda:”jika kalian menjadikan Ali sebagai pemimpin kalian-(dan aku melihat kalian tidak melaksanakannya)-maka kalian akan menemukan bahwa dia(Ali) adalah pemberi petunjuk yang akan menunjukkan kepada kalian jalan yang lurus dan benar.”
{musnad ahmad jilid 1 halaman 108}

Rasulullah saw bersabda : “siapa yang menaatiku maka telah menaati Allah swt, dan siapa yang melanggar perintahku maka telah melanggar perintah Allah,dan siapa yang menaati Ali maka telah menaatiku, dan siapa yang telah melanggar perintahnya maka telah melanggar perintahku.”
{mustadrak Hakim jilid 3 halaman 121}

Rasulullah saw bersabda : “sesungguhnya Ali adalah kota hidayah, maka barangsiapa yang masuk ke dalam kota tersebut akan selamat dan siapa yang meninggalkannya akan celaka dan binasa.”
{Yanabi’ al-Mawaddah jilid 1 halaman 220 hadis ke 39}

Rasulullah saw bersabda : “Ali adalah bendera Hidayah”
{Haman jilid 42 halaman 330 hadis ke 8892, Hilyah al-Auliya’ jilid 1 halaman 66}

Rasulullah saw bersabda : “Ali adalah sebaik-baiknya manusia”
{syawahid al-Tanjil jilid 2 halaman 365 cetakan beirut th 1393H}

Rasulullah saw bersabda : “sebaik-baik umat ini setelahku adalah orang yang pertama masuk islam dialah Ali ibn Abi Thalib”
{syarkh Nahj al-Balaghah jilid 1 halaman 202 cetakan mesir th 1329H}

Rasulullah saw bersabda : “Ali adalah dariku seperti kedudukanku dari Tuhanku”.
{Dzakhair al-Uqba halaman 62}

Rasulullah saw berkata kepada Aisyah: “sesungguhnya orang yang paling aku cintai dari para sahabtku adalah Ali dan yang paling terhormat dari mereka adalah Ali, maka ketahuilah haknya dan hormatilah kedudukannya.”
{Dzakhair al-Uqba halaman 62 dan al-Riyad al-Nadharah jilid 2 halaman 161}

dan masih ada puluhan lagi keutamaan-keutamaan Sayidina Ali lagi yang tercatat di kitab-kitab ahlusunnah dan syiah..

Ditulis dalam Hikmah, Seputar Madhab | Leave a Comment »

Sayidah Fatimah dan Fadak

Ditulis oleh HikmahIslam di/pada Maret 9, 2007

Apakah Rasulullah saww memberi warisan kepada keluarganya atau tidak?

Ahlul sunnah tentang hal ini yakin bahwa seluruh Nabi tidak mewariskan suatu apapun, seluruh harta Nabi setelah Nabi Meninggal adalah sedekah. Dalil mereka adalah cuma satu hadis yang disebutkan oleh Abu bakar. Abu bakar berkata: “Nabi Muhammad saw bersabda : “kami para nabi tidak mewariskan suatu apapun, dan apa yang kami tinggalkan adalah sedekah”.

Dan berdasarkan hadis ini setelah meninggalnya Nabi saw mereka mengambil tanah fadak dan harta-harta Nabi saw yang lain.

Ketika sayidah Fatimah az-Zahra putrii Nabi saw meminta kembali tanah fadak yang merupakan haknya , Abubakar berkata : sesungguhnya Nabi saw telah bersabda : ” kami para nabi tidak meninggal tidak meninggalkan warisan dan apa yang kami tinggalkan adalah sedekah.”

Tanpa maksud untuk berat sebelah dengan madzhab tertentu tema ini kita teliti dan kita selidiki kebenaranya.
Point per tama : dari seluruh sahabat Nabi saw hanya Abubakar yang meriwayatkan hadis di atas. Suyuti di dalam bukunya Tadrib ar-Rawi menerangkan bahwa jumlah sahabat setelah meninggalnya Nabi saw adalah 114ribu orang dan hanya Abubakar yang menukil hadis ini, dan tidak satupun dari mereka yang menukilnya. Sampai-sampai istri-istri Nabi saw tidak tau sama sekali tentang hadis ini. Sayidina Ali yang kesehariannya selalu bersabda saw tidak pernah mendengar hadis ini, dan sayidah Fatimah az-Zahra putrid Nabi saw yang merupakan kebanggaan Nabi saw dan bagian dari Nabi saw juga sama sekali tidak menukil hadis ini.

Para pembesar ahlu sunnah juga mengakui bahwa hadis ini hanya Abubakar yang meriwayatkan hadis ini.

Abul Qosim Bangwi yang meninggal tahun 317H, Abubakar Syafi’I yang meninggal tahun 354H, Ibn Asakir, Suyuti, Ibn Hajar Makki, Muttaqi Hindi, mereka semua menjelaskan bahwa selain Abubakar tidak seorangpun dari sahabat-sahabat Nabi saw yang mendengar hadis diatas dan tidak seorang pun yang menukilnya atau meriwayatkannya.

Point Kedua: sebagian ulama’ besar ahlusunnah seperti Ibn Adi pemilik kitab al-Kamil fi at-Dhuafa’,

riwayat-riwayat yang dari pandangan ahlusunnah dho’if , batil dan bohong serta buatan dinukil didalam kitabnya. Dia (Ibn Adi) tentang riwayat hadis ini berkata: “hadis ini batil, tidak benar.”

Perkataan Ibn Adi ini adalah dari ulama’-ulama’ ahlu sunnah yang mengatakan bahwa : ” قلت لابن خراج حدیث ما ترکناه الصدقة قالوا باطل”

Tentang hal ini Dzahabi di dalam kitab Tadzkiratu al-Hifadh jilid 2 halaman 683 dan di dalam kitab Sair A’lami an-Nubala’ jilid 13 halaman 510 begitu juga Ibn Hajar As-Qolani di dalam kitab Lisan al-Mizan jilid 3 halaman 44 dan di dalam kitab al-Kamil fi al-Dhuafa’ menyebutkan bahwa hadis ini (yang tersebut diatas) adalah batil dan tidak benar.

Point ketiga: perdebatan antara sayidah Fatimah az-Zahra dan Abubakar.

Setelah perampasan tanah fadak sayidah Fatimah menemui Abubakar dan berkata kepada Abubakar mengapa engkau merampas tanah fadak dari kami? Kemudian Abubakar membaca hadis diatas .

Setelah itu sayidah Fatimah az-Zahra menetapkan satu perkara islami dan dengan 2 ayat al-Quran memberikan dalil bahwa perkataan Abubakar batil dan tidak benar. Sayidah Fatimah az-Zahra berkata : “اترث اباک ولا ارث ابی” Hai Abubakar, kau mewarisi warisan dari ayahmu dan aku Fatimah (putri Nabi saw) tidak mewarisi warisan ayahku (apakah ini bisa diterima akal)?
” تزعمون ان لا ارث لي افعلی عمد ترکتم کتاب الله ونبضتموه وراء ظهورکم”

Apakah kamu tidak membayangkan dengan pikiran ini kamu telah menentang kitab Allah dan perintah-perintah Allah telah kamu letakkan dibawah kakimu (kamu menentang perintah-perintah Allah ). Kamu berkata kalau para Nabi tidak meniggalkan warisan. Akan tetapi al-Quran tentang Nabi Sulaiman dan Nabi Dawud berkata: “وورث سلیمان داوود”(dan Suleiman telah mewarisi warisan dari (ayahnya) Dawud as.)

Dan juga hubungan antara Nabi Yahya dan Zakaria, Nabi Zakaria berkata :
“فهب لي من لدنک وليا يرثني ويرث من آل يعقوب” (maka anugerahilah aku dari sisimu seorang putera,yang akin mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub)

Jika seluruh Nabi tidak memberikan warisan , kenapa Nabi Zakaria meminta kepada Allah swt seorang anak yang akna mewarisi semua miliknya, dan semua milik keluraga Ya’qub?

Al-Quran mengeluarkan satu hukum yang mutlak yang ditujukan untuk seluruh orang-orang yang islam. Al-Quran berkata :
“یصیکم الله فی اولادکم للذکر مثل حظ الانثببن” surah an-Nisa ayat 11.

(Allah mensyariatkan Kepadamu tentang (pembagian pusaka/warisan untuk) anak-anakmu, yaitu bagian seorang anak laki-laki adalah sama dengan 2bagian anak perempuan….)

(فزعمتم ان لا حظ لي ولا ارث لي من ابي) (ولا ارث من ابي افحکم الله بآیة اخرج ابي منها)
Apa kamu berfikir kalau ada ayat yang lain yang melarang aku untuk mendapatkan warisan dari ayahku? “ام يقولون اهل ملتین لا یتوارثان”

Apakah kamu meliki keyakinan kalau aku bukan seorang muslim dan telah murtad sehingga aku tidak bias mewarisi warisan ayahku?

Ini adalah perdepatan antara sayidah Fatimah az-Zahra dan Abu-Bakr , kejadian ini dinukil/diriwayatkan oleh Jauhari salah seorang ulama besar Ahlu sunnah didalam kitab as-Saqifah wa Fadak halaman 144 dan juga dinukil/diriwayatkan oleh Ibn Abi Alhadid didalam kitabnya شرخ نهج البلاغة Begitu juga Ahmad Ibn Abi Thahir Baqdadi yang tereknal dengan Ibn Thaifur dalam kitab بلاغات النساء halaman14 menukilnya

Point keempat : mengapa mereka tidak memberikan tanah Fadak kepada sayidah Fatimah az-Zahra ?

Didalam kitab السیرة الحلبیه jilid 2 halaman 485 dan jilid 3 halaman 362 disebutkan bahwa:
جائت فاطمة بنت رسول الله(ص) الی ابي بکر وهو علی المنبر فقالت : یا ابا بکر افي کتاب الله ان ترث ابنتک ولا ارث ابي؟ فاستعبر ابوبکر باکیا. ثم قال: بابای ابوک. وبابای انت. ثم نزل فکتب لها بفدک . ودخل علیه عمر فقال:ما هذا فقال:کتاب کتبته لفطة میراثها من ابیها. قال: فماذا تنفق علی المسلمین و قد حاربتک العرب کما تری
ثم اخذ عمرالکتاب فشقه
Ketika sayidah Fatimah az-Zahra datang menemui Abubakar yang ketika itu sedang berada di atas mimbar. Beliau ( sayidah Fatimah ) berkata : “wahai Abubakar Apakah didalam Al-Quran terdapat ayat yang menerangkan bahwa putrimu boleh mewarisi warisan darimu sedangkan aku tidak boleh mewarisi warisan dari ayahku ?”
(setelah mendengar hal itu) maka Abubakar menyesal dan menangis kemudian turun dari mimbar dan menulis sebuah tulisan (yang menyatakan bahwa Abubakar mengembalikan tanah fadak terhadap putri Nabi saw ) untuk sayidah Fatimah, ketika selesai menulis Umar masuk menemui Abubakar dan berkata : ini apa (tulisan ini untuk siapa dan tentang apa)?
Abubakar Menjawab: ini tulisan yang aku tulis untuk Fatimah tentang warisan-warisan untuknya dari ayahnya.
Umar berkata: Apa yang akan kau berikan kepada Muslimin(kalau bukan dengan tanah fadak) sedangkan semua orang arab telah melawan seperti yang telah kamu saksikan .
Kemudian Umar mengambil surat/tulisan tersebut dan merobek-robeknya.

Disini terdapat point penting dan menarik. “فماذا تنفق علی المسلمین و قد حاربتک العرب کما تری”

Tulisan ini menerangkan bahwa (pada saat itu ) kabilah-kabilah arab telah bangkit melawan kita sedangkan tidak seorangpun yang membayar zakat dan pajak kepada kita. Dengan harta apa kamu ingin menjaga kekuasaan.

Kemudian pada kalimat terakhir “ثم اخذ عمر الکتاب فشقه” tulisan ini menyebutkan bahwa Umar mengambil tulisan Abubakar dan kemudian menyobeknya. Kalau Umar menghormati kekhalifahan Abubakar maka Umar tidak akin menyobek tulisan Abubakar yang merupakan pemimpinnya.

Ditulis dalam Ahlulbayt, Seputar Madhab | Leave a Comment »

Dimanakah sebagian sahabat Ketika Nabi saw meninggal?

Ditulis oleh HikmahIslam di/pada Maret 9, 2007

Rasulullah saw meninggal pada hari senin dan malam rabu dimakamkan, pada saat-saat itu sebagian sahabat berada dimana?
Mengapa tidak berada dirumah Nabi saw dan tidak ta’ziah (melawat)?
Aisyah berkata : “demi Allah aku tidak tahu kapan Nabi saw dimakamkan..”
Aisyah adalah istri Nabi saw yang hidup bersama Nabi apakah tidak boleh hadir dalam acara pemakaman Nabi saw?
Bagi Aisyah umu al-muslimin adakah yang lebih penting dari Persiapan pemakaman Nabi saw?
Peterman apa yang beliau punya sehingga beliau berkata : “demi Allah aku tidak tahu kapan Nabi saw dimakamkan?”
Ini semua Bukanlah riwayat syiah akan tetapi riwayat ahlu sunnah hal ini diriwayatkan di kitab سنن کبری Oleh نسائی dan Ahmad ibn Hanbal didalam musnadnya. Yang mana Ahmad ibn Hanbal berkata: setiap riwayat shahih yang aku temukan pasti aku tulis di dalam kitabku, dan jika kalian melihat ada suatu riwayat akan tetapi tidak ada dalam kitabku. Maka ketahuilah bahwa riwayat itu adalah tidak benar..
Ibn Abi Syaibah yang meurpakan guru besar dari syeikh Bukhari didalam kitabnya مصنف Jilid 3 halaman 272 dan Syukani didalam kitabnya نیل الاوطار Jilid 4 halaman 137 serta Ibn Qodamah yang merupakan salah satu ulama besar fikih Ahlusunnah di dalam kitabnya المغنی jilid 2 halaman 417 (yang merupakan salah satu buku fikih terbaik ahlusunnah) menyebutkan bahwa Aisyah berkata : “demi Allah aku tidak tahu kapan Nabi saw dimakamkan.”
Abubakar ditanya oleh salah satu sahabat : “ Rasulullah dimakamkan dengan berapa kafan?”
Abubakar menjawab: “tanyalah kepada Ali”

Ditulis dalam Seputar Madhab | Leave a Comment »

Fatimah dan kesedihannya…

Ditulis oleh HikmahIslam di/pada Maret 6, 2007

Disbutkan dalam shahih Bukhori dalam kitab Bada’ al-Khalq di bab Manaqib qarabatu Rasulillah saw bahwa Rasulullah saw bersabda : ” Fatimah adalah bagian dariku, maka barang siapa yang membikin marah dia maka telah membuatku marah”
hadis seperti ini juga di riwayatkan dalam kitab Kanz Al-Ummal jilid 6 halaman 230.
disebutkan juga dalam kitab shahih Bukhori dalam kitab Al-Nikah
disebutkan juga dalam kitab Musnad Ahmad jilid 4 halaman 328.
disebutkan juga dalam kitab shahih Muslim di dalam bab Fadhail as-Shahabah.
disebutkan juga dalam kitab shahih Muslim di al-Bab al-Mutaqadim.
disebutkan juga dalam kitab shahih at-Tirmidzi jilid 2 halaman 319.
disebutkan juga dalam kitab al-Mustadrak ala al-Shahihain jilid 3 halaman 158.
disebutkan juga dalam kitab Hilah al-Auliya’ jilid 2 halaman 40
hadis diatas disebutkan dalam alur yang berbeda di dalam kitab as-Shawaiq al-Muhriqah hal 190 bahwa Rasulullah bersabda : ” sesungguhnya Allah swt marah untuk marahnya Fatimah dan Ridha untuk Ridhanya Fatimah.”
hadis-hadis tentang kemuliaan sayidah Fatimah as dimuat di seluruh buku-buku ulama’ sunni yang mu’tabar dan penting.
sayidah Fatimah adalah kecintaan Nabi saw, kecintaan Nabi saw adalah kecintaan Allah swt.
disebutkan didalam al-Quran surah al-Ahzab ayat 57 bahwa Allah swt berfirman : “sesungguhnya orang-orang yang mengganggu Allah swt dan RasulNya, maka Allah akan melaknatnya di dunia dan di akhirat dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.”

disebutkan dalam kitab الوافی بالوفیات jilid 2 halaman 17 bahwa ابراهیم ابن سیار النظام berkata bahwa sesungguhnya Umar ibn khattab (khalifah kedua) telah memukul perut sayidah Fatimah as (yang dalam keadaan hamil) di hari baiat (hari dimana masyarakat dipaksa untuk berbaiat kepada Abubakar) sampai Muhsin (anak yang dikandungnya) keluar dari perutnya jatuh ketanah.

disebutkan juga dalam kitab الامامة و السیاسة jilid 1 halaman 12 bahwa IBn Qutaibah Ad-Dainuri berkata : sesungguhnya Abubakar mencari sekelompok orang untuk berbaiat kepadanya yang mana sekelompok tersebut berada di rumah sayidina Ali as maka Abu bakar mengirim Umar, datanglah Umar ke rumah sayidina Ali as dan dia memanggil mereka semua yang berada di dalam rumah sayidina Ali as, akan tetapi mereka semua tidak ada yang menjawab teriakan Umar, dan tidak ada satupun yang keluar, maka Umar untuk kedua kalinya dengan membawa kayu bakar yang ada di tangannya dia berteriak : “demi yang jiwaku berada di tangannya kalian semua akan keluar atau aku bakar rumah ini beserta yang berada didalamnya.”
satu orang dari dalam rumah berkata kepada Umar : “wahai ayahnya Hafsah sesungguhnya Fatimah berada di dalam rumah ini.”
Umar berakata :”walaupun dia ada” (aku akan tetap membakar rumah ini).
kejadian ini juga dimuat di dalam kitab العقد الفرید jilid 4 halaman 259 cetakan mesir dengan alur yang sedikit berbeda..
di dalam kitab کنز العمال jilid 3 halaman 140 bahwa umar berkata keada sayidah Fatimah as: “tidak ada orang yang lebih dicintai oleh ayahmu lebih daripada cintanya kepadamu, akan tetapi ini tidak akan mencegahku, sebagaimana sekelompok orang ini yang telah berkumpul di dekatmu, aku akan memerintah mereka untuk membakar rumahmu.”

orang-orang yang menyerang rumah putri Nabi saw itu disebutkan di dalam kitab تاریخ الطبری jilid 2 halaman 443-444.
kejadian juga disebutkan dalam kitab تاریخ ابوالغداء jilid 1 halaman 156 dengan alur yang sedikit berbeda yaitu Abubakar menyuruh Umar untuk mengambil baiat dari orang-orang yang berada di dalam rumah sayidina Ali, dan jika mereka menolak maka perintah berikutnya adalah Umar harus menyerang mereka, dan Umar membakar rumah sayidah Fatimah as..

disebutkan di kitab2 sejarah bahwa sayidah Fatimah mulai saat itu sampai meninggal tidak mau berbicara kepada Abubakar dan Umar dan juga tidak Ridha atas perbuatan mereka, serta marah atas apa yang mereka lakukan kepadanya dan sayidina Ali as..
disebutkan juga didalam kitab sejarah bahwa sayidah Fatimah setiap selesai sholat selalu mengadu kepada Allah swt atas perbuatan mereka….
disebutkan juga dalam kitab-kitab sejarah bahwa Fatimah a.s berkata kepada Khalifah pertama dan kedua: “Jika aku membacakan hadis dari Rasulullah SAWW apakah kalian akan mengamalkannya?”

“Ya”, jawab mereka singkat.

Ia melanjutkan: “Demi Allah, apakah kalian tidak pernah mendengar Rasulullah SAWW bersabda: “Kerelaan Fathimah adalah kerelaanku dan kemurkaannya kemurkaanku. Barang siapa mencintai Fathimah putriku, maka ia telah mencintaiku, barang siapa yang membuatnya rela, maka ia telah membuatku rela, dan barang siapa membuatnya murka, maka ia telah membuatku murka”?

“Ya, kami pernah mendengarnya dari Rasulullah SAWW”, jawab mereka pendek.

“Kujadikan Allah dan malaikat sebagai saksiku bahwa kalian berdua telah membuatku murka. Jika aku kelak berjumpa dengan Rasulullah, niscaya aku akan mengadukan kalian kepadanya”, lanjutnya.

di kitab as-Shawaiq al-Muhriqah hal 190 bahwa Rasulullah bersabda : ” sesungguhnya Allah swt marah untuk marahnya Fatimah dan Ridha untuk Ridhanya Fatimah.”

disebutkan didalam al-Quran surah al-Ahzab ayat 57 bahwa Allah swt berfirman : “sesungguhnya orang-orang yang mengganggu Allah swt dan RasulNya, maka Allah akan melaknatnya di dunia dan di akhirat dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.”

Ditulis dalam Ahlulbayt, Seputar Madhab | Leave a Comment »

Fatimah a.s.

Ditulis oleh HikmahIslam di/pada Maret 5, 2007

Fatimah Az-Zahra a.s adalah putri ke empat Rasulullah saw. Beliau adalah putri kesayangan Nabi saw dan merupakan putri satu2nya yang mendampingi Nabi saw sampai akhir hayat Nabi saw. Beliau adalah wanita yang paling dicintai oleh Nabi yang dengannya keturunan Nabi saw tidak terputus. Al-Hasan dan Al-Husein adalah kedua putranya yang Nabi saw telah bersabda tentang mereka. Nabi saw bersabda bahwa “Al-Hasan dan Al-Husein adalah anak-anakku ..” Suaminya adalah Amirul Mukminin Ali a.s, Ibunya adalah Khadijah r.a. Ummul mukminin, pamannya adalah Hamzah r.a pemberani qurasy, pamannya adalah Abbas r.a.

Dan Fatimah a.s. adalah kautsar Nabi saw yang mana surah Al-Kautsar turun berkenaan dengannya.
Fatimah a.s. adalah Az-Zahra adalah Ash-Shiddiqah adalah Ath-Thahirah adalah Al-mubaarakah adalah Az-Zakiah adalah Ar-Radhiah adalah Al-Mardhiah adalah Al-Muhaddatsah dan adalah Al-Batuul serta beliau adalah Ummu AbiHa..

Hasan Al-Bashri wafat thn 110 H berkata ” tidak ada seorangpun dari ummat ini yang lebih bertaqwa dan lebih dalam zuhud dan ibadahnya dari Fatimah a.s.”

Fatimah a.s adalah wanita yang dari seluruh sudut pandang ahlu sunnah maupun syiah adalah wanita yang tidak pernah berbuat salah sama sekali…

Rasulullah SAWW berkata kepada Fatimah : “Wahai Fathimah, barang siapa bershalawat kepadamu, maka Allah akan mengampuni (dosa-dosanya) dan mengumpulkannya denganku di surga”.

Fatimah a.s berkata kepada Khalifah pertama dan kedua: “Jika aku membacakan hadis dari Rasulullah SAWW apakah kalian akan mengamalkannya?”

“Ya”, jawab mereka singkat.

Ia melanjutkan: “Demi Allah, apakah kalian tidak pernah mendengar Rasulullah SAWW bersabda: “Kerelaan Fathimah adalah kerelaanku dan kemurkaannya kemurkaanku. Barang siapa mencintai Fathimah putriku, maka ia telah mencintaiku, barang siapa yang membuatnya rela, maka ia telah membuatku rela, dan barang siapa membuatnya murka, maka ia telah membuatku murka”?

“Ya, kami pernah mendengarnya dari Rasulullah SAWW”, jawab mereka pendek.

“Kujadikan Allah dan malaikat sebagai saksiku bahwa kalian berdua telah membuatku murka. Jika aku kelak berjumpa dengan Rasulullah, niscaya aku akan mengadukan kalian kepadanya”, lanjutnya.

Ditulis dalam Ahlulbayt | Leave a Comment »

Kejadian-kejadian aneh setelah terbunuhnya Al-Husein cucu Nabi

Ditulis oleh HikmahIslam di/pada Maret 2, 2007

*Ketika Al-Husain as. terbunuh, di sudut-sudut langit terlihat warna warna kemerahan. Warna merah itu menandakan bahwa langit tengah menangis. Sewaktu pasukan musuh membagi-bagikan sejenis tumbuhan berwarna kuning milik Al-Husain as., tumbuhan itu berubah menjadi abu. Dan sewaktu mereka menyembelih seekor unta yang dirampas dari kamp Al-Husain as., mereka menemukan sejenis kayu di dagingnya.
Hal ini disebutkan di buku-buku berikut ini:
Maqtalu Al-Husain 2 hal. 90, Tarikhu Al-Islam 2 hal. 348, Siyaru A’lami Al-Nubala’ 3 hal. 311, Tafsir Ibnu Katsir 9 hal. 162, Tahdzibu Al-Tahdzib 2 hal. 353, Tarikhu Dimasyq 4 hal. 339, Al-Mahasinu wa Al-Masaw.i hal. 62, Tarikhu Al-Khulafa’ hal. 80 dan Ihqaqu Al-Haq 11 hal. 467-469

*Kepala suci Al-Husain as. yang berada di ujung tombak berbicara dengan membawakan ayat-ayat suci Al-Quran dan lainnya.

hal ini disebutkan di Miftahu Al-Naja fi Manaqibi Aali Al-’Abahal. 145, Al-Khashaishu Al-Kubra 2 hal. 127, Al-Kawakibu Al-Durruiyyah hal. 57, Is’afu Al-Raghibin hal. 218, Nuuru Al-Abshar hal. 125, dan Ihqaqu Al-Haq 11 hal. 452-453.

*Pada hari Al-Husain as. terbunuh, langit meneteskan hujan darah sehingga semua orang pada keesokan harinya mendapati apa yang mereka miliki telah dipenuhi oleh darah. Darah itu membekas pada baju-baju mereka beberapa waktu lamanya, hingga akhirnya terkoyak-koyak. Warna merah darah terlihat di langit pada hari itu. Peristiwa tersebut hanya pernah terjadi saat itu saja.

hal ini disebutkan di buku-buku berikut ini:
Maqtalu Al-Husain 2 hal. 89, Dzakhairu Al-’Uqba hal. 144, 145 dan 150, Tarikhu Dimasyq -seperti yang disebutkan di muntakhab (ringkasan)nya- 4 hal. 339, Al-Shawaiqu Al-Muhriqah hal. 116 dan 192, Al-Khashaishu Al-Kubra hal. 126, Wasilatu Al-Maal hal. 197, Yanabi’u Al-Mawaddah hal. 320 dan 356, Nuuru Al-Abshar hal. 123, Al-Ithaf bi Hubbi Al-Asyraf hal. 12, Tarikhu Al-Islam 2 hal 349, Tadzkiratu Al-Khawash hal. 284, Nadzmu Durari Al-Simthain hal. 220 dan Ihqaqu Al-Haq 11 hal. 458-462.

*Ketika kepala Al-Husain as. dibawa ke istana Ubaidillah bin Ziyad, orang ramai melihat dinding-dinding mengalirkan darah segar.
Hal ini disebutkan di kitab-kitab berikut:
Dzakahiru Al-’Uqbahal. 144, Tarikhu Dimasyq seperti yang disebutkan dalam muntakhab-nya 4 hal. 339, Al-Shawaiqu Al-Muhriqah hal. 192, Wasilatu Al-Maal hal. 197, Yanabi’u Al-Mawaddah hal. 322, dan Ihqaqu Al-Haq 11 hal. 463.

*Di dinding sebuah gereja tertulis:

“Apakah umat yang membantai Al-Husain

Mengharapkan syafaat kakeknya di hari kiamat.”

Ketika pendeta yang berada di sana ditanya tentang tulisan tersebut dan siapakah yang menulisnya, ia menjawab, “Bait syiar ini telah tertulis di sini sejak lima ratus tahun sebelum nabi kalian diutus.”

hal ini di tulis di kitab2 ahlu sunnah berikut ini :
Tarikhu Al-Islam wa Al-Rijalhal. 386, Al-Akhbaru Al-Thiwal hal. 109, Hayatu Al-Hayawan 1 hal. 60, Nuuru Al-Abshar hal. 122, Kifayatu Al-Thalib hal. 290 dan Ihqaqu Al-Haq 11 hal. 567-568.

*Seorang penduduk Najran saat menggali tanah menemukan sebuah kepingan emas yang bertuliskan:

“Apakah umat yang telah membantai Al-Husain

Mengharapkan syafaat kakeknya di hari kiamat”

hal ini disebutkan di kitab Miftahu Al-Najahal. 135, Ihqaqu Al-Haq 11 hal. 566.

*Sebuah tembok merekah lalu muncullah sebuah telapak tangan yang bertuliskan:

“Apakah umat yang telah membantai Al-Husain

Mengharapkan syafaat kakeknya di hari kiamat.”

hal ini disebutkan di kitab-kitab Tarikhu Al-Khamis 2 hal. 299 dan Ihqaqu Al-Haq 11 hal. 567.

*Sesaat setelah Al-Husain as. terbunuh, warna langit menghitam pekat sekali. Lalu bintang-bintang bermunculan di siang hari, sampai-sampai bintang kembar terlihat di waktu sore. Segumpal tanah berwarna merah jatuh dari atas. Langit terlihat berwarna merah bagai darah selama tujuh hari tujuh malam.

hal ini di sebutkan di kitab Tarikhu Dimasyq 4 hal. 339 dan Al-Shawaiqu Al-Muhriqah hal. 116.

Ditulis dalam Ahlulbayt | Leave a Comment »

Rintihan dan Ratapan bangsa jin untuk Al-Husein cucu Nabi saw

Ditulis oleh HikmahIslam di/pada Maret 2, 2007

Ketika Al-Husain as. terbunuh, banyak orang yang mendengar suara rintihan dan ratapan bangsa Jin untuk Al-Husain as. Mereka berkata:
Wahai mata, lakukanlah dengan baik tugasmu

Siapa lagi yang kan menangisi syuhada setelahku

Tangisilah mereka yang berjalan digiring kematian

Menuju negeri kekuasaan anak bekas budak belian

Wahai kalian yang telah membantai Al-Husain

Bersiaplah menerima azab dan balasan

Seluruh penghuni langit mengutuk kalian

Juga para nabi, utusan Allah dan bani insan

Kalian dikutuk lewat lisan putra Daud, Sulaiman

Juga Musa dan Isa, pembawa injil Tuhan

Wanita mulia bangsa Jin menangis sedih

Pukuli pipi yang bak keping emas nan bersih

Berpakaian kumal warna hitam, matapun letih

Aku bersedih meratapi Al-Husain

Sungguh Al-Husain seorang pahlawan

Demi Allah, aku datang kepada kalian setelah melihat dia

Di tepi Furat, pipinya berdebu dan luka leher menganga

Di sekitarnya, jasad-jasad muda dengan leher terluka

Mereka bak pelita, mengusir gulita dengan cahaya

Al-Husain bagaikan pelita penerang segala

Allahlah saksinya bahwa aku tak berdusta

Al-Husain tewas di negeri orang, sebatang kara

Dengan rasa dahaga yang mencekik jiwanya

Nabi sering mengusap dahinya

Dari pipinya memancar cahaya

Orang tuanya pembesar Quraisy

Kakeknya, sebaik-baik orang tua

Mereka membantaimu, wahai putra Rasul

Tempat mereka adalah neraka selamanya

Karena menyembelih unta, kaum Tsamud binasa

Petaka tanpa bahagia adalah akhir nasib mereka

Kehormatan cucu Rasulullah tentu lebih utama

dan lebih agung dari hanya seekor induk unta

Sangatlah mengherankan mereka tidak berubah rupa

Mungkin Allah menangguhkan azab para durjana

peristiwa ini tertulis di kitab2 ahlu as-Sunnah berikut ini ….

Al-Mu’jamu Al-Kabir hal. 147, Dzakhairu Al-’Uqba hal. 150, Tarikhu Al-Islam 2 hal. 349, Asma’ Al-Rijal 2 hal. 141, Siyaru A’lami Al-Nubala’ 3 hal. 214, Akamu Al-Marjan hal. 147, Nadzmu Durari Al-Simthain hal. 217, 223, dan 224, Al-Ishabah 1 hal. 334, Majma’u Al-Zawaid 9 hal. 199, Al-Bidayah wa Al-Nihayah 6 hal. 231, 8 hal. 197 dan 200, Tarikhu Al-Khulafa’ hal. 80, Al-Shawaiqu Al-Mughriqah hal. 194, Wasilatu Al-Maal hal. 197, Mifathu Al-Naja hal. 144, Yanabi’u Al-Mawaddah hal. 320, 323, 351, dan 352, Al-Syarafu Al-Muabbad hal. 68, Kifayatu Al-Thalib hal. 294 dan 295, Al-Maqtal 2 hal. 126, 127, Muhadharatu Al-Abrar 2 hal. 160, Tarikhu Al-Umami wa Al-Muluk 4 hal ; 357, Al-Kamil fi Al-Tarikh 3 hal. 301, Tahdzibu Al-Tahdzib 2 hal. 353, Al-Bad’u wa Al-Tarikh 6 hal. 10, Akhbaru Al-Duwal hal. 109, Nuuru Al-Qabas Al-Mukhtashar min Al-Muqtabas hal. 263, Taj Al-’Arus 3 hal. 196 dan Ihqaqu Al-Haq 11 hal. 570-589.

Ditulis dalam Ahlulbayt, Seputar Madhab | Leave a Comment »

Bismillah

Ditulis oleh HikmahIslam di/pada Maret 1, 2007

1.”Bismillâh” merupakan sumber berkah dan jaminan bagi setiap pekerjaan, juga merupakan tanda tawakkal kepada Allah dan permohonan bantuan dari-Nya.

2.”Bismillâh” memberi warna Ilahi kepada setiap pekerjaan, dan menyelamatkan pekerjaan-pekerjaan manusia dari bahaya syirik dan riya.

3.”Bismillâh” artinya: Ya Allah aku tidak melupakan-Mu, maka janganlah Engkau melupakan aku.

4.Orang yang mengucapkan “Bismillâh” berarti telah menggabungkan diri kepada kekuatan tak terbatas dan lautan rahmat Ilahi yang tak bertepi.

Ditulis dalam Akhlak, Bacaan Ringan | Leave a Comment »